:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/1983094/original/026559700_1520750887-20184340_1731623437130012_4115842098622627840_n.jpg)
Salah satu perwakilan dari komunitas yang berkolaborasi adalah Sakala Studio. Mereka menceritakan hasil karyanya yang dibuat dengan ekspresi seluas-luasnya.
"Dapat dilihat melalui karya kami yaitu merchandise berupairon patch, t-shirt dan notes. Selain berkarya dan berkolaborasi, dengan adanya Soundsations 100 Kota 1 Bahasa ini kami dapat bertemu dengan komunitas dari berbagai kota dan skena berbeda. Hal ini dapat menginspirasi dan memacu kami untuk berkarya lebih baik lagi," jelas Popo.
Di samping karya-karya kolaboratif dari berbagai komunitas, gelaran Soundsations 100 Kota 1 Bahasa juga membuka kesempatan untuk para pengunjung menambah wawasan dalam bidang seni visual. Pasalnya dalam acara ini juga digelar talkshow inspiratif; ‘How to Get More from Your Artwork’ yang diisi oleh dua nama beken yaitu Farid Stevy dan Sarkodit.
Hal unik lainnya yang ada pada Soundsations kali ini adalah kolaborasi dari komunitas fotografi Stage Hunter bersama Stars and Rabbit. Ridho dari Stage Hunter mendokumentasikan aksi panggung yang nantinya akan didistribusikan melalui kepingan CD. Elda Suryani, vokalis Stars and Rabbit pun menceritakan proyek kolaboratif lainnya.
"Kolaborasi tuh penting untuk memaksimalkan sebuah karya. Sejauh apa nantinya, akan dipengaruhibackground teman-teman dari beberapa komunitas kreatif yang terlibat. Selain Stage Hunter, kami juga mengajak Suri dari Kedubes Bekasi, Fio dari Gerakan Seni Rupa Bogor dan 1 orang yang karyanya terpilih lewat online submission. Karya yang dihasilkan akan dibuatkan merchandise eksklusif yang hanya bisa didapat di Soundsations," ujar Elda.
https://ift.tt/2zzlizL
0 Response to "Efek Rumah Kaca Meriahkan Soundsations 100 Kota 1 Bahasa - Liputan6.com"
Posting Komentar